Pinjaman dengan Agunan

Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman dengan Agunan

Pinjaman dengan agunan bisa jadi salah satu solusi untuk mendapatkan uang dalam memenuhi kebutuhan. Pinjaman ini sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan. Setelah memperhatikannya, maka bisa jadi pertimbangan apakah tetap ingin mengajukan pinjaman atau tidak.

Mengenal Pinjaman dengan Agunan

Pada dasarnya, pinjaman dengan agunan juga terkenal dengan sebutan pinjaman berjaminan. Pinjaman ini merupakan fasilitas kredit yang memiliki syarat tersendiri berupa aset untuk jadi jaminan. Apabila tidak memberikan aset sebagai jaminan, tentu pinjaman tidak akan cepat cair.

Pilihan aset yang bisa jadi jaminan itu sendiri sangatlah beragam. Bisa berupa logam mulia, tanah, kendaraan, rumah, surat berharga ataupun deposito. Apabila tidak bisa melunasi pinjaman, maka aset akan disita sebagai bentuk melunasi utang.

Kelebihan Pinjaman dengan Jaminan

Pinjaman dengan jaminan memiliki beberapa kelebihan yang perlu diketahui sebaik mungkin. Adapun beberapa diantaranya ialah sebagai berikut.

Tenor Pinjaman Panjang

Salah satu kelebihannya yaitu bisa mendapatkan tenor pinjaman yang panjang. Jangkanya antara 15 sampai 20 tahun. Hal ini terutama pada pinjaman yang menggunakan jaminan berupa properti.

Plafon Pinjaman Besar

Apabila menggunakan jaminan, plafon pinjamannya bisa lebih besar. Hal ini karena pihak pemberi pinjaman cenderung menaruh rasa percaya diri karena mengetahui nilai aset yang jadi jaminan. Bahkan berkesempatan untuk mendapatkan plafon pinjaman sampai miliaran rupiah sesuai nilai aset.

Proses Pencairan Pinjaman Lebih Cepat

Pada umumnya, pencairan dananya lebih cepat apabila menggunakan aset sebagai jaminan. Terlebih lagi jika dokumen jaminannya lengkap dan legalitasnya jelas.

Kekurangan Pinjaman Tanpa Agunan

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun ternyata pinjaman yang tidak dilengkapi dengan jaminan juga mempunyai kekurangan tersendiri. Berikut beberapa kekurangannya.

Risiko Kehilangan Aset

Salah satu kekurangannya yaitu peminjam bisa mengalami risiko kehilangan aset. Hal ini bisa terjadi apabila gagal membayar ataupun menunggak dalam kurun waktu yang cukup lama.

Ada Tambahan Biaya

Apabila mengajukan pinjaman namun tidak memberi jaminan, biasanya ada tambahan biaya. Misalnya saja asuransi, notaris dan appraisal. Hal ini memungkinkan peminjam perlu menggelontorkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pinjaman.

Proses Pengajuan Pinjaman Lebih Lama

Pinjaman tanpa jaminan tidak disarankan bagi siapa saja yang membutuhkan dana dalam waktu mendadak, mendesak ataupun darurat. Hal ini karena pinjaman tanpa jaminan memiliki proses pengajuan yang cenderung lebih lama. Alasannya karena perlu melakukan penilaian hingga verifikasi aset terlebih dulu.

Setelah simak uraian di atas, tentu bisa mengetahui apa itu pinjaman dengan agunan. Selain pengertiannya, tentu juga bisa memahami apa saja kelebihan dan kekurangan pinjaman yang tidak memberikan jaminan. Dari uraian ini, bisa jadi pertimbangan apakah ingin melakukan pinjaman dengan jaminan atau tidak. Pada dasarnya, hal tersebut bisa disesuaikan dengan keperluan anggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *